
Artikel berjudul Mahasiswa UNNES Edukasi Pencatatan Keuangan bagi Ibu-Ibu PKK Dawungsari karya Mokhamad Fajar Zihady Faturrahman membahas kegiatan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam membantu masyarakat meningkatkan kemampuan mengelola keuangan keluarga. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari jurusan Akuntansi pada 6 Oktober di Desa Dawungsari. Sasaran program ini adalah para anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), khususnya ibu-ibu yang memiliki peran penting dalam mengatur kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan karena masih banyak keluarga yang belum terbiasa mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Sebagian orang menganggap kegiatan tersebut tidak terlalu penting karena merasa dapat mengingat penggunaan uang sehari-hari. Padahal, tanpa catatan yang jelas, seseorang akan lebih sulit mengetahui jumlah penghasilan, besarnya pengeluaran, serta sisa uang yang masih tersedia. Keadaan tersebut dapat menyebabkan penggunaan dana menjadi kurang terkontrol dan menyulitkan keluarga ketika harus merencanakan kebutuhan berikutnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa UNNES berusaha memberikan pemahaman bahwa pengelolaan keuangan merupakan keterampilan sederhana yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup cara mengenali sumber pendapatan, menuliskan setiap pengeluaran, menentukan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya, serta menghitung jumlah uang yang tersisa. Peserta juga diajak memahami perbedaan antara kebutuhan utama, keperluan tambahan, dan dana simpanan agar penggunaan uang tidak dilakukan secara sembarangan.
Penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui penjelasan teori, tetapi juga disertai latihan langsung. Mahasiswa memperkenalkan penggunaan buku kas sederhana sebagai media untuk mencatat aktivitas keuangan. Dalam buku tersebut, peserta dapat menuliskan tanggal transaksi, tujuan penggunaan uang, jumlah pemasukan, nilai pengeluaran, dan sisa dana setelah transaksi dilakukan. Cara ini diharapkan dapat memudahkan ibu-ibu dalam memantau kondisi keuangan keluarga maupun usaha kecil yang mereka jalankan.
Salah satu pesan penting dari kegiatan ini adalah bahwa pencatatan keuangan tidak harus menggunakan teknologi mahal atau aplikasi khusus. Masyarakat dapat memulainya dengan perlengkapan sederhana seperti buku tulis dan alat tulis yang tersedia di rumah. Hal terpenting bukanlah bentuk media yang digunakan, melainkan kedisiplinan dalam mencatat setiap transaksi secara berkelanjutan. Dengan kebiasaan tersebut, keluarga dapat mengetahui pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan dan mengalihkan uangnya untuk kebutuhan yang lebih mendesak.
Pemilihan anggota PKK sebagai peserta juga memiliki alasan tersendiri. Dalam kehidupan keluarga, perempuan sering terlibat langsung dalam mengatur belanja, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan menentukan pembagian anggaran. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan keuangan bagi ibu-ibu diharapkan memberikan pengaruh positif terhadap kestabilan ekonomi keluarga.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi bentuk penerapan pengetahuan mahasiswa Akuntansi kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di lingkungan sosial, tetapi juga dapat membagikan keterampilan yang dipelajari selama perkuliahan.
Kesimpulannya, artikel ini menegaskan bahwa kemampuan mengatur keuangan dapat dimulai dari kebiasaan kecil, yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin. Edukasi yang diberikan mahasiswa UNNES diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan, membangun kebiasaan menabung, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, serta menciptakan keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera secara ekonomi.
Kunjungi situs web kami: https://lightsoundjournal.org/
BERITA TERKINI: https://lightsoundjournal.org/rangkuman-berita-upaya-merawat-tari-tayub-sebagai-warisan-budaya-jawa/